CIBINONG — Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat medis di alam bebas menjadi fokus utama di Bumi Perkemahan (Buper) Cimandala pada Sabtu, 26 September 2026. Dalam lanjutan hari kedua kegiatan Lomba Tingkat 2 (LT-2) Kwartir Ranting (Kwarran) Cibinong, cabang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) menjadi salah satu perlombaan krusial. Puluhan regu Pramuka Penggalang perwakilan dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Cibinong bersaing menunjukkan kecakapan mereka dalam memberikan penanganan medis awal secara cepat dan presisi.
Lomba P3K ini diselenggarakan dengan tujuan membekali para anggota Pramuka dengan keterampilan life-saving (penyelamatan nyawa) yang fundamental. Mengingat aktivitas kepramukaan didominasi oleh kegiatan luar ruangan yang memiliki risiko cedera, penguasaan teknik medis darurat dasar menjadi kecakapan mutlak. Selain itu, kompetisi ini dirancang untuk melatih ketenangan mental peserta saat menghadapi situasi krisis kepanikan, memupuk rasa empati, serta memperkuat koordinasi tim dalam upaya menyelamatkan korban.
Pelaksanaan lomba berlangsung kompetitif dengan simulasi insiden yang menuntut respons instan. Setiap regu dihadapkan pada skenario kasus kecelakaan lapangan yang telah disiapkan panitia, seperti penanganan pendarahan, luka bakar ringan, hingga simulasi pembidaian untuk dugaan patah tulang. Secara kolaboratif, anggota regu membagi peran secara taktis—mulai dari mengamankan area, memeriksa kondisi vital korban, melakukan teknik pembalutan menggunakan mitela (kain segitiga), merakit tandu darurat dari tongkat dan tali temali, hingga mengevakuasi korban ke lokasi rujukan secara hati-hati.
Tim juri dari Kwarran Cibinong mengevaluasi setiap tahap penanganan medis dengan sangat cermat dan objektif. Fokus penilaian mencakup ketepatan prosedur diagnosa awal, kesesuaian teknik balut dan bidai dengan pedoman medis dasar kepalangmerahan, kekuatan serta keamanan tandu yang dirakit, kelancaran proses evakuasi, dan kekompakan kerja regu. Melalui pembuktian kecakapan di arena P3K ini, para penggalang menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pandu yang tangkas merambah alam, melainkan juga penolong yang sigap dan dapat diandalkan dalam kondisi kedaruratan darat.
Unit Kominfo - Adhivarta Pakujajar Kwartir Ranting Cibinong