CIBINONG — Memasuki hari kedua pelaksanaan Lomba Tingkat 2 (LT-2) Kwartir Ranting (Kwarran) Cibinong pada Sabtu, 26 September 2026, arena Bumi Perkemahan (Buper) Cimandala diwarnai oleh uji kecerdasan matematis para Pramuka Penggalang. Lomba Menaksir Lebar Sungai hadir menjadi salah satu cabang yang paling menantang nalar logika pada hari itu. Puluhan regu perwakilan dari berbagai Gugus Depan (Gudep) se-Kecamatan Cibinong saling beradu strategi untuk mengukur jarak suatu rintangan alam secara akurat tanpa harus menyeberanginya.
Cabang lomba menaksir ini diselenggarakan dengan tujuan mengasah kemampuan problem-solving dan penerapan ilmu matematika praktis, khususnya geometri dan trigonometri dasar, di alam bebas. Mengetahui ukuran rintangan secara presisi merupakan kemampuan vital bagi seorang pandu, terutama saat harus merencanakan pembuatan jembatan darurat (pioneering) atau menentukan jalur penyeberangan yang aman saat pengembaraan. Kompetisi ini juga didesain untuk melatih ketelitian pengamatan visual dan sinkronisasi komunikasi antaranggota regu.
Jalannya perlombaan menuntut kolaborasi yang taktis dan eksekusi yang tenang. Berbekal kompas bidik, tongkat pramuka, dan alat tulis, setiap regu bekerja sama memecahkan tantangan di area simulasi sungai yang telah ditetapkan oleh panitia. Para peserta dengan sigap membagi tugas; ada anggota yang menetapkan titik acuan (seperti pohon) di seberang sungai, membidik sudut menggunakan kompas, melangkah menyusuri tepian untuk membentuk segitiga khayal di atas tanah, hingga anggota yang bertugas mencatat serta menghitung hasil akhir menggunakan rumus perbandingan segitiga.
Tim juri dari Kwarran Cibinong mengawasi jalannya praktik secara saksama dan mengevaluasi lembar jawaban dengan standar yang ketat. Aspek penilaian difokuskan pada tingkat akurasi hasil akhir perhitungan dibandingkan dengan lebar sungai sebenarnya, kebenaran metode atau rumus yang digunakan, kelengkapan proses pencatatan, serta efisiensi waktu penyelesaian. Melalui tantangan intelektual ini, para Pramuka Penggalang Cibinong sukses membuktikan bahwa materi hitungan akademis dapat diaplikasikan menjadi keterampilan navigasi dan survival yang sangat aplikatif di lapangan.
Unit Kominfo - Adhivarta Pakujajar Kwartir Ranting Cibinong