Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diawali dengan upacara penyalaan obor utama oleh sepuluh petugas Dasa Darma Pramuka. Langkah tegap dan lantunan ayat-ayat Dasa Darma yang diucapkan secara lantang berhasil memukau seluruh peserta, pembina, serta orang tua murid yang hadir menyaksikan.
Ketika api mulai menyulut tumpukan kayu kayu bakar di tengah lapangan, sorak sorai dan tepuk tangan meriah langsung memecah keheningan malam. Kobaran api yang membumbung tinggi seolah menjadi simbol membakar semangat kepanduan di dalam diri para siswa.
Kepala Sekolah SDN Jogjogan 02 selaku Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan) menyampaikan bahwa kegiatan api unggun ini bukan sekadar tradisi hiburan, melainkan wadah pembentukan karakter.
Setelah prosesi upacara formal selesai, acara dilanjutkan dengan pentas seni (pensi) antar-regu. Di bawah kehangatan sisa-sisa api unggun, para siswa dengan percaya diri menampilkan berbagai bakat, mulai dari berbalas pantun, menyanyikan lagu-lagu daerah, menampilkan yel-yel kreatif, hingga pertunjukan seni tari.
Giat api unggun ini ditutup dengan doa bersama dan refleksi malam yang menyentuh hati, sebelum para peserta kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat.