CITEUREUP – Kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan berpadu dalam kegiatan Fashion Show Daur Ulang yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026. Berlangsung di Panggung Kegiatan Jamran pada Jumat (16/10/2026), kegiatan ini menghadirkan penampilan kreatif para peserta yang mengenakan busana berbahan daur ulang dengan beragam desain unik dan menarik.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini menjadi wadah bagi seluruh peserta Jambore Ranting Citeureup untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa barang bekas dapat diolah menjadi karya yang memiliki nilai estetika. Dengan penuh percaya diri, para peserta tampil di hadapan sesama anggota Pramuka, memperlihatkan hasil kreasi busana yang telah dipersiapkan dengan beragam ide dan inovasi.

Lebih dari sekadar peragaan busana, Fashion Show Daur Ulang menjadi sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pemanfaatan bahan-bahan bekas menjadi busana yang menarik, peserta diajak memahami bahwa kreativitas dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi sampah dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Kak Warsini, selaku Ketua Kwarran Citeureup yang mendampingi jalannya kegiatan, mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme dan kreativitas para pembina serta peserta dalam mempersiapkan busana daur ulang.

“Sungguh luar biasa melihat antusiasme dan beragam kreativitas para pembina serta peserta dalam mempersiapkan busana daur ulang pada kegiatan Jambore Ranting ini. Melalui kegiatan ini, kita dapat melihat bahwa barang-barang bekas yang sering dianggap tidak bernilai ternyata bisa diolah menjadi karya yang menarik, unik, dan penuh kreativitas,” ujar Kak Warsini.

Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menginspirasi anggota Pramuka untuk terus berinovasi, memanfaatkan barang bekas, dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme serupa juga dirasakan oleh Samha, salah satu peserta dari MI Al-Hidayah Tajur. Baginya, kesempatan tampil di panggung Jambore Ranting menjadi pengalaman yang membanggakan, terlebih karena dapat mengenakan busana daur ulang yang telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

“Senang ketika bisa fashion show dengan bangga menggunakan baju daur ulang yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari di depan 1.400 peserta Jambore Ranting. Takjub juga melihat baju-baju dari sekolah lain,” ungkap Samha.

Pengalaman tersebut menjadi momen berkesan bagi Samha sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang untuk berekspresi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling mengapresiasi karya dan kreativitas satu sama lain.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif tanpa adanya laporan insiden. Semangat dan kreativitas yang ditampilkan para peserta menjadikan panggung Jambore Ranting sebagai ruang apresiasi bagi karya-karya inovatif yang mengusung pesan kepedulian lingkungan.

Melalui Fashion Show Daur Ulang, Jambore Ranting Citeureup 2026 membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna. Diharapkan, semangat berkreasi dan kepedulian terhadap lingkungan yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan oleh anggota Pramuka, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebab, menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana: mengubah barang bekas menjadi karya bernilai dan menjadikan kreativitas sebagai bagian dari aksi nyata untuk bumi.

sahlakmla