CILEUNGSI – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Cileungsi melalui Andalan Penggalang menggelar kegiatan Pemusatan Latihan (Training Center/TC) Peserta Lomba Tingkat III (LT III) pada Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 07.30–12.00 WIB, bertempat di SMP Negeri 4 Cileungsi.
Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pramuka Penggalang yang merupakan kontingen terbaik hasil seleksi di tingkat Kwartir Ranting Cileungsi. Pemusatan latihan bertujuan meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi Lomba Tingkat III melalui pembinaan yang terarah dan intensif.
Pada pertemuan pertama ini, peserta mendapatkan pembinaan pada beberapa materi, di antaranya Peraturan Baris Berbaris (PBB), pioneering, hafalan lagu daerah, serta penggunaan bahasa daerah. Selain meningkatkan keterampilan teknis, peserta juga dilatih membangun kekompakan, komunikasi, dan kerja sama tim agar mampu tampil maksimal saat perlombaan.
Andalan Penggalang Kwarran Cileungsi, Yahya Muhaemin, S.Pd., menjelaskan bahwa latihan perdana difokuskan pada penguatan materi dasar sekaligus membangun kekompakan antarpeserta.
"Pada pertemuan pertama TC ini kami latihan beberapa materi lomba, seperti PBB, pioneering, serta latihan menggunakan bahasa daerah dan menyanyikan lagu daerah. Selain itu, kami juga belajar kerja sama tim, saling mengevaluasi, dan memperbaiki kekurangan agar semakin siap menghadapi LT III," ungkap Yahya Muhaemin, S.Pd.
Semangat yang tinggi juga ditunjukkan oleh para peserta. Salah satunya, Disnie Fakhira Tisyah dari SMPN 1 Cileungsi, menyampaikan harapannya agar seluruh anggota kontingen dapat memberikan hasil terbaik.
"Saya berharap kami bisa membawa nama Cileungsi ke tingkat selanjutnya dan membawa nama baik Cileungsi melalui prestasi yang kami raih pada Lomba Tingkat III," ujar Disnie Fakhira Tisyah.
Melalui pemusatan latihan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, Kwarran Cileungsi berharap kontingen LT III mampu tampil percaya diri, kompak, dan berprestasi. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta jiwa persaudaraan di kalangan Pramuka Penggalang sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan, baik di arena perlombaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.