CITEUREUP, KWARCAB BOGOR – Gemerlap lampu panggung dan riuh tepuk tangan ribuan Penggalang menjadi saksi meriahnya Pentas Seni Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026. Kegiatan yang digelar di Panggung Utama Kegiatan pada Jumat malam, 16 Oktober 2026 tersebut berlangsung selama 3 jam penuh tanpa jeda kebahagiaan.
Seluruh peserta Jambore Ranting Citeureup tumpah ruah memadati area panggung utama. Meski dipadati ribuan peserta, kondisi kegiatan tetap terpantau sangat kondusif, aman dan tertib. Antusiasme peserta begitu luar biasa, wajah-wajah bahagia dan semangat terpancar jelas dari setiap sudut perkemahan.
Pentas Seni ini memang menjadi salah satu kegiatan yang paling dinanti. Bukan sekadar hiburan, namun menjadi panggung pembuktian bakat, mental, dan kekompakan setiap regu. Satu per satu kontingen naik ke atas panggung menampilkan karya terbaiknya. Mulai dari Tari Tradisional Nusantara yang anggun, aksi Kabaret yang penuh pesan moral, solo vokal dengan suara merdu, hingga drama komedi dan aksi teatrikal Hanoman yang sukses mengundang gelak tawa penonton.
Setiap penampilan disambut dengan sorakan dan tepuk tangan meriah. Tak jarang, para pendukung dari masing-masing pangkalan meneriakkan yel-yel untuk menyemangati teman mereka yang sedang tampil. Suasana persaudaraan dan kekeluargaan begitu kental terasa.
Panitia Pentas Seni, Kak Sulianingsih, mengaku terharu dan bangga melihat totalitas para peserta dan Pembina Pendamping.
“Saya sangat bangga atas dedikasi dan kreativitas para Pembina Pendamping dan peserta yang sudah menampilkan pentas seni dengan memukau serta menghibur. Hal ini sangat memberikan warna di kegiatan Jambore Ranting Citeureup 2026. Terima kasih atas kerja kerasnya, semoga menjadi motivasi buat adik-adik semua,” ujar Kak Sulianingsih dengan penuh haru.
Menurutnya, Pentas Seni adalah implementasi nyata dari Dasa Darma dan Satya Pramuka, di mana peserta belajar untuk berani, percaya diri, menghargai karya orang lain, dan bekerja sama dalam tim.
Hal senada juga dirasakan oleh para peserta. Hanu, peserta dari SDN Sanja 01 yang ikut menyaksikan hingga akhir acara, memberikan tanggapan polos namun penuh makna.
“Seru, rame, penampilan-penampilannya bagus semua, jadi pengen ikutan lagi di kegiatan selanjutnya. Nggak ngantuk sama sekali nontonnya, semuanya keren-keren,” ungkap Hanu sambil tersenyum lebar.
Ia menambahkan, melalui pentas seni ini ia bisa melihat banyak budaya dan belajar untuk tidak malu tampil di depan umum.
Hingga akhir kegiatan, tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Seluruh rangkaian Pentas Seni Jambore Ranting Citeureup 2026 berjalan dengan aman, lancar, dan sukses menjadi panggung lahirnya generasi Pramuka yang kreatif, berkarakter, dan berjiwa seni.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi positif di setiap Jambore, sebagai ruang bagi Pramuka Penggalang untuk mengekspresikan diri dan melestarikan seni budaya Indonesia.
muh.s