CISARUA, BOGOR – Semangat pelestarian budaya kembali bergelora di wilayah Cisarua. Anggota Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Cisarua turut serta menyukseskan jalannya prosesi Kirab Mahkota Binokasih yang ke-4, bertempat di halaman Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Selasa (21/04/2026).
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah Jawa Barat. Mahkota yang terbuat dari emas murni ini awalnya merupakan simbol kekuasaan Kerajaan Pajajaran.
-
Perjalanan Sejarah: Ketika Kerajaan Pajajaran di Pakuan (Bogor) mulai runtuh pada abad ke-16, mahkota ini diselamatkan oleh empat orang bangsawan (patih) atau yang dikenal sebagai Kandaga Lante.
-
Legitimasi Kekuasaan: Mahkota tersebut kemudian diserahkan kepada Prabu Geusan Ulun di Kerajaan Sumedang Larang pada tahun 1578. Penyerahan ini bermakna bahwa mandat dan legitimasi penerus tahta Pajajaran resmi diteruskan oleh Sumedang Larang.
-
Filosofi Binokasih: Nama Binokasih mengandung makna kepemimpinan yang dilandasi oleh rasa kasih sayang dan kemuliaan budi pekerti.
Kirab yang ke-4 ini kembali mengenang perjalanan bersejarah tersebut, sekaligus mempererat silaturahmi antara wilayah-wilayah yang pernah menjadi bagian dari sejarah besar Pajajaran.
Pewarta: MFF