Citeureup, 16 Oktober 2026 — Semangat melestarikan budaya Indonesia mewarnai kegiatan Jambore Ranting Kwarran Citeureup 2026 melalui presentasi makanan tradisional yang diikuti oleh Pramuka Penggalang putri tingkat SMP/MTs. Bertempat di Villa Bukit Hambalang, Jumat (16/10/2026), kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 90 menit dalam suasana aman, tertib, dan penuh antusiasme.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada generasi muda melalui cara yang kreatif dan edukatif. Setiap regu berkesempatan memperkenalkan makanan tradisional yang telah dipersiapkan, sekaligus menyampaikan informasi mengenai makanan yang mereka sajikan di hadapan para penilai.

Tidak sekadar mempresentasikan hidangan, para peserta juga belajar mengenal keberagaman budaya Indonesia, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta mengembangkan kreativitas dan kerja sama tim. Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter Pramuka yang percaya diri, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.

Kak Mia selaku panitia menyampaikan bahwa presentasi makanan tradisional memiliki nilai edukasi yang penting bagi anggota Pramuka. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kemampuan peserta, tetapi juga sarana menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan kuliner Indonesia.

“Menurut saya, kegiatan presentasi makanan tradisional ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan memasak, melainkan wadah edukatif untuk mengenalkan dan melestarikan warisan kuliner Nusantara kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang Putri. Kami sangat bangga melihat semangat, kreativitas, dan kekompakan para peserta yang tampil percaya diri. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan lancar,” ungkap Kak Mia.

Antusiasme juga dirasakan oleh Bintang, salah satu peserta dari SMPN 3 Citeureup. Ia mengaku sempat merasa gugup ketika harus mempresentasikan makanan tradisional di hadapan para penilai. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi kesempatan berharga untuk belajar dan meningkatkan rasa percaya dirinya.

“Seru banget! Awalnya sempat deg-degan pas mau presentasi di depan penilai, tapi senang bisa mengenalkan makanan tradisional olahan regu kami. Lewat acara ini, kami jadi makin kompak dan belajar makin bangga sama kuliner Nusantara,” ujar Bintang.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Jambore Ranting tidak hanya berfokus pada keterampilan kepramukaan, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif, nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, kreativitas, serta cinta tanah air dapat tumbuh dalam diri setiap anggota Pramuka.

Dengan terselenggaranya presentasi makanan tradisional ini, diharapkan Pramuka Penggalang putri semakin mengenal kekayaan kuliner daerah dan turut berperan dalam menjaga kelestarian warisan budaya Nusantara. Semangat tersebut sejalan dengan nilai kepramukaan yang mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang aktif, kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap budaya bangsa.

 

sahlakmla