CILEUNGSI – Kwartir Ranting (Kwarran) Cileungsi secara resmi memperkenalkan Panduan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Risiko bagi para calon Instruktur Muda. Peluncuran panduan ini menjadi agenda utama dalam rangkaian Diklat Instruktur Muda Angkatan Pertama yang digelar di SMK Kharisma Bangsa pada Minggu, 12 April 2026.
Berbeda dengan pelatihan sebelumnya, angkatan pertama ini dibekali dengan buku panduan teknis yang merinci prosedur keselamatan kegiatan Pramuka. Langkah ini diambil untuk menyeragamkan standar operasional di seluruh Gugus Depan yang ada di wilayah Cileungsi.
"Kita tidak ingin lagi ada kegiatan yang berjalan tanpa perencanaan risiko yang matang. Panduan ini adalah 'kitab suci' bagi Instruktur Muda agar mereka bisa memetakan bahaya sebelum kegiatan dimulai," ujar perwakilan tim perumus materi dalam sesi presentasi.
Panduan yang dibagikan kepada peserta mencakup tiga pilar utama yaitu Pra-Kegiatan (Prosedur survei lokasi dan analisis cuaca), Pelaksanaan (Manajemen kerumunan dan pengawasan kesehatan peserta secara real-time), Darurat (Protokol evakuasi dan koordinasi dengan pihak medis setempat)
Para peserta tidak hanya membaca teori, tetapi langsung mempraktikkan isi panduan tersebut. Di lingkungan SMK Kharisma Bangsa, para calon Instruktur Muda melakukan simulasi pembuatan jalur evakuasi dan penanganan cedera lapangan.
"Dengan adanya panduan ini, kami jadi lebih percaya diri karena punya landasan yang jelas untuk menjaga keamanan anggota didik," ungkap salah satu peserta dari Penegak Kwarran Cileungsi.
Dengan diterapkannya panduan pendidikan ini, Kwarran Cileungsi berharap dapat mencetak instruktur yang profesional, sistematis, dan mampu menciptakan kegiatan Pramuka yang seru namun tetap mengutamakan keselamatan (Safety First). Pelatihan ini akan menjadi standar baru bagi angkatan-angkatan selanjutnya di masa depan.
Pewarta: Zazkia Amelia Putri / calon unit warta saskara Kwartir ranting Cileungsi