Klapanunggal - Senin (10/8/2026) Satu per satu Pramuka Penggalang berdiri rapi di hadapan Majelis pembimbing ranting, menunggu giliran disematkan atribut kontingen peserta Jambore Nasional. 3 peserta yang akan mewakili Kwartir Ranting Klapanunggal, kwarcab kabupaten bogor tergabung dalam kontingen kwartir daerah jawa barat di Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Dalam sambutan waka Mabiran Klapanunggal menyampaikan, Jambore Nasional merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang digelar lima tahun sekali oleh Kwartir Nasional. Ia menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana pembinaan di alam terbuka bagi anggota pramuka, dengan penekanan pada pembentukan karakter, kemandirian, serta keterampilan.
“Keikutsertaan kontingen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi serta membawa nama baik keluarga, sekolah, kecamatan, kabupaten dan provinsi Jawa Barat di tingkat nasional,” ujar Kak Iwan.
Kesempatan yang luar biasa bagi kalian yang lolos seleksi dan bisa berpartisipasi dikegiatan lima tahunan ini, Jamnas XII 2026 mengusung tema berkreasi, berinovasi, terampil, dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan. Kegiatan pesta penggalang ini biasanya dilaksanakan dengan metode permainan, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan kompetisi.
Sekcam Klapanunggal Kak Iwan Setiawan dalam arahannya mengapresiasi orang tua, pembina dan pengurus kwartir ranting yang telah menyiapkan peserta hingga siap mengikuti kegiatan tingkat nasional. Ia menilai para peserta telah dibekali kemampuan dasar yang telah teruji selama persiapan dan pembekalan sebelum mengikuti Jamboree Nasional.
“Saya titip untuk menjaga Kesehatan, menjaga marwah dan nama baik diri pribadi maupun kontingen dalam kegiatan di tingkat nasional,” ungkapnya.
Dalam penekanannya, Bupati menyoroti pentingnya penerapan nilai kepramukaan selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan jaga Kesehatan, kepekaan terhadap lingkungan, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepedulian antar anggota sebagai sikap yang harus dijaga. Tidak hanya itu, ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan bertemu dengan pramuka dari berbagai daerah sebagai ruang belajar sosial. Interaksi yang luas dinilai penting untuk menambah pengalaman dan ilmu baru.
Selanjutnya, tema swasembada pangan yang diangkat dalam Jamnas tahun ini diharapkan dapat dipahami peserta sejak dini. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diminta untuk dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.