Ciawi-Bogor, Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan santunan anak yatim-piatu yang diselenggarakan oleh Pramuka Gudep 24.017–24.018 SDN Banjarsari 01 pada Jumat (13/03/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi para anggota pramuka kepada sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
Santunan kepada 46 siswa yatim-piatu dalam bentuk sembako dan makanan ringan (snack) sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kegiatan ini melibatkan seluruh anggota Pramuka Gudep 24.017–24.018 SDN Banjarsari 01, para pembina, serta pihak sekolah. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Mabigus, Kak Humaira, S.Pd., M.Si.
Dalam sambutannya, Kak Humaira, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Ini bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membentuk karakter anak-anak menjadi pribadi yang peduli dan berakhlak mulia. Saya sangat bangga dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di kalangan anggota pramuka, sekaligus membantu meringankan beban anak-anak yatim-piatu.
Dana santunan diperoleh dari partisipasi anggota pramuka yang masing-masing membawa satu barang untuk dikumpulkan, kemudian disalurkan kepada para penerima dalam bentuk paket sembako dan snack.
Senada dengan itu, Pembina Gudep, Kak Eva Novia Aryantini, S.Pd., M.Si juga memberikan apresiasi.
“Saya sangat terharu melihat antusiasme adik-adik pramuka. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik yang tertanam hingga mereka dewasa,” ungkapnya.
Salah satu penerima santunan, Sri Nuroktamilani, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Saya senang sekali dan berterima kasih kepada kakak-kakak pramuka. Bantuan ini sangat berarti bagi saya,” tuturnya dengan penuh haru.
Sementara itu, Delisha Raina Maulana, salah satu anggota pramuka yang turut membantu, menyampaikan kesannya.
“Saya merasa bahagia bisa ikut berbagi. Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat dan membuat mereka tersenyum,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kak Muhamad Ibrahim, M.Pd. Dalam doanya, ia memanjatkan harapan agar kebaikan yang dilakukan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi semua pihak.
“Semoga setiap langkah kebaikan ini dilipatgandakan pahalanya, diberi keberkahan, dan menjadikan kita insan yang lebih peduli serta penuh kasih sayang terhadap sesama,” ucapnya penuh khidmat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat pramuka tidak hanya tentang keterampilan, tetapi juga tentang kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
(Pewarta : MRU)