Leuwiliang, Sabtu (12/9/2026) — Suasana berbeda terasa di Lapangan Utama pada malam hari ketika seluruh regu peserta Lomba Tingkat II (LT II) menampilkan berbagai kreasi seni. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, tersebut menjadi salah satu momen paling meriah karena peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan seni, tetapi juga tampil dengan busana adat yang disesuaikan dengan pertunjukan masing-masing.

Seluruh regu peserta LT II mendapat kesempatan untuk menampilkan kreativitas mereka di hadapan peserta lainnya. Beragam pertunjukan disuguhkan, mulai dari drama, tari, dance semaphore, hingga pencak silat, sehingga membuat suasana malam semakin hidup dan menarik.

Hal yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah usaha peserta dalam mempersiapkan penampilannya. Berbagai busana adat dari sejumlah daerah, seperti Papua, Jawa Barat, Aceh, dan daerah lainnya, turut menghiasi panggung pertunjukan. Keberagaman tersebut membuat malam kreasi seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menghadirkan warna budaya dari berbagai daerah.

Selain menjadi ajang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk membangun keberanian, kekompakan, dan kerja sama dalam satu regu. Persiapan hingga penampilan dilakukan bersama sehingga setiap anggota dapat mengambil bagian dalam menyukseskan pertunjukan.

Antusiasme peserta semakin terasa ketika berbagai penampilan silih berganti memenuhi Lapangan Utama. Tawa, tepuk tangan, dan semangat dari para peserta membuat malam tersebut terasa berbeda dari rangkaian kegiatan LT II lainnya.

Dengan keberagaman seni dan budaya yang ditampilkan, malam kreasi seni berhasil menjadi salah satu momen yang meninggalkan kesan hangat bagi peserta LT II.

 

Penulis : Nazwatussalamah