Citeureup, 14 Agustus 2026 — Semangat Hari Pramuka ke-65 tidak hanya dirayakan melalui kegiatan kepramukaan pada umumnya, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang mengedepankan nilai inklusivitas dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65, kegiatan kepramukaan dilaksanakan di Aula Balai Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (DINSOS), Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para penyandang disabilitas bersama dewan guru dalam suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama satu hari dan berjalan dengan lancar. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kepramukaan dan kegiatan mewarnai. Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi para peserta untuk berinteraksi, berekspresi, dan mengembangkan potensi diri.

Antusiasme dan kebahagiaan tampak selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan gembira dan penuh semangat. Tidak terdapat kejadian khusus yang mengganggu jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan aman dan lancar.

Salah seorang peserta, Justin, penyandang disabilitas intelektual, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatannya sangat senang dan seru.”

Ungkapan sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan yang dikemas secara inklusif mampu menghadirkan pengalaman positif dan menyenangkan bagi para peserta.

Sementara itu, Agus Multi selaku Andalan Ranting Pembinaan Pramuka Luar Biasa Kwarran Citeureup sekaligus Ketua Pelaksana menegaskan pentingnya membangun Gerakan Pramuka yang dapat dirasakan oleh semua kalangan.

“Dengan semangat kepramukaan, mari kita ciptakan Pramuka yang ramah disabilitas melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan yang inklusif.”

Menurutnya, semangat kepramukaan sejatinya tidak mengenal batas. Setiap individu memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, berkarya, dan mengambil bagian dalam kegiatan yang membangun karakter serta kemandirian.

Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa Pramuka adalah ruang belajar bagi semua. Melalui kegiatan yang ramah dan inklusif, nilai-nilai kepramukaan dapat dikenalkan dengan cara yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan setiap peserta.

Lebih dari sekadar memperingati Hari Pramuka, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” dapat diwujudkan melalui kepedulian, kesetaraan, dan kesempatan untuk tumbuh bersama.

Dari senam, pembinaan, hingga kegiatan mewarnai, terselip pesan sederhana namun bermakna: Pramuka hadir untuk semua, tumbuh bersama, dan memberikan ruang bagi setiap insan untuk menjadi pribadi yang berdaya dan bermanfaat.

sahlakmla