Citeureup, 22 Agustus 2026 — Semangat kemerdekaan terus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan ruang bagi setiap individu untuk belajar dan berkembang. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Andalan Ranting Pembinaan Pramuka Luar Biasa Kwarran Citeureup melaksanakan pembinaan rutin bagi penyandang disabilitas di Aula Balai Kesejahteraan Sosial-Dinas Sosial (DINSOS), Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh para peserta didik penyandang disabilitas. Pembinaan dilaksanakan dalam suasana yang tertib, hangat, dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan sebagai bagian dari proses pembinaan kepramukaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mereka.

Kegiatan pembinaan Pramuka Luar Biasa tidak hanya menjadi wadah untuk mengenalkan nilai-nilai kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemandirian, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan bersosialisasi.

Kebahagiaan peserta menjadi salah satu hal yang paling terasa dalam kegiatan tersebut. Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat dan menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan berkarya.

Salah satu peserta didik, Angga, penyandang disabilitas fisik, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan Pramuka.

“Pramuka hari ini sangat seru dan saya senang.”

Ungkapan sederhana dari Angga menjadi gambaran bahwa kegiatan kepramukaan mampu menghadirkan pengalaman positif sekaligus ruang kebersamaan bagi para peserta.

Sementara itu, Agus Multi selaku Andalan Ranting Pembinaan Pramuka Luar Biasa Kwarran Citeureup sekaligus Ketua Pelaksana menyampaikan rasa bangga dan semangatnya dalam mendampingi para peserta didik.

“Saya sangat semangat mengajar adik-adik istimewa ini karena mereka juga sangat semangat belajar. Semangat mereka menjadi motivasi bagi saya untuk terus memberikan pembinaan yang terbaik.”

Lebih lanjut, Agus berharap momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi pengingat akan pentingnya memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang pendidikan.

“Harapan saya, dengan semangat kemerdekaan RI ke-81 ini, pemerintah dapat semakin memprioritaskan para penyandang disabilitas dalam pemenuhan pendidikan yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan mereka.”

Menurutnya, pendidikan yang inklusif bukan hanya tentang memberikan akses, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang mampu memahami potensi, kebutuhan, dan kemampuan setiap peserta didik.

Kegiatan pembinaan rutin ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa semangat Gerakan Pramuka dapat hadir untuk semua. Melalui pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, Pramuka Luar Biasa terus berupaya menciptakan ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi penyandang disabilitas untuk belajar serta mengembangkan potensi diri.

Tidak terdapat kejadian khusus selama kegiatan berlangsung. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.

Di tengah semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini membawa pesan bahwa kemerdekaan juga berarti memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya tanpa terkecuali.

Pramuka Luar Biasa Kwarran Citeureup pun terus meneguhkan langkahnya untuk menghadirkan pembinaan kepramukaan yang inklusif, karena setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk belajar, berkarya, dan menjadi bagian dari Gerakan Pramuka.

sahlakmla