Ciawi-Bogor, Suasana sore di lapangan SMK Amaliah tampak berbeda pada Kamis (9/4/2026). Pramuka Penegak Ambalan Ir. H. Djuanda dan Dewi Sartika Gudep 24.011-24.012 kembali menggelar latihan rutin yang dimulai pukul 16.30 hingga 17.00 WIB dengan penuh semangat dan kedisiplinan.

Latihan kali ini difokuskan bagi anggota kelas XI setelah sebelumnya turut membantu pembina dalam membimbing anggota baru kelas X. Kegiatan ini menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan, mengingat latihan Pramuka merupakan kegiatan wajib bagi peserta didik kelas X sebagai fondasi awal pembentukan karakter.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan latihan di masing-masing ambalan. Upacara Ambalan Ir. H. Djuanda dipimpin oleh Pradana Putra, Faisal Aditya Saputra, sementara Ambalan Dewi Sartika dipimpin oleh Pradana Putri, Syarifa Balqis.

Dalam amanatnya, Faisal Aditya Saputra menekankan pentingnya keseriusan dalam mengikuti setiap materi latihan.
“Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tetapi sarana kita mengasah keterampilan dan kesiapsiagaan. Saya harap seluruh anggota bisa mengikuti dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Syarifa Balqis mengajak seluruh anggota untuk tetap menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan.
“Melalui latihan ini kita belajar bekerja sama, saling membantu, dan membangun jiwa kepemimpinan. Tetap solid dan jadikan latihan ini sebagai pengalaman berharga,” ujarnya.

Usai upacara, seluruh peserta diarahkan ke satu titik untuk menerima materi inti yang disampaikan langsung oleh Pembina Gudep Putra, Kak Muhammad Kemal Irfany Azhar. Materi yang diberikan pada latihan kali ini adalah praktik pembuatan tandu Pramuka sebagai bagian dari keterampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK).

Dalam penyampaiannya, Kak Kemal menjelaskan bahwa pembuatan tandu merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota Pramuka.
“Tujuan utama dari materi ini adalah membekali kalian dengan kemampuan evakuasi darurat, agar mampu menolong korban dengan aman menggunakan alat sederhana seperti tongkat dan tali,” jelasnya.

Materi ini tidak hanya berfokus pada teknik pembuatan tandu, tetapi juga menekankan berbagai aspek penting seperti penggunaan simpul pangkal dan simpul jangkar, pemanfaatan bahan seadanya, serta koordinasi tim dalam proses evakuasi. Selain itu, peserta juga dilatih untuk memastikan keamanan dan kenyamanan korban agar terhindar dari cedera lanjutan.

Setelah penyampaian materi, masing-masing sangga langsung mempraktikkan pembuatan tandu secara berkelompok. Dengan penuh antusias, mereka merakit tandu menggunakan tongkat dan tali, lalu mempresentasikan hasilnya di hadapan pembina dan dewan ambalan. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan pengujian oleh Kak Kemal yang dibantu oleh dewan ambalan untuk menilai kekuatan, kerapian, serta ketepatan teknik yang digunakan.

Kegiatan berlangsung dinamis dan penuh interaksi, mencerminkan semangat belajar aktif dari para anggota. Selain melatih keterampilan teknis, latihan ini juga memperkuat kerjasama tim, ketelitian, serta kemampuan berpikir cepat dalam situasi darurat.

Dalam keterangannya, Kak Muhammad Kemal Irfany Azhar menyampaikan apresiasi atas semangat peserta dalam mengikuti latihan.
“Saya melihat potensi yang sangat baik dari adik-adik. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar bisa diterapkan dalam kondisi nyata ketika dibutuhkan,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara konsisten agar anggota Pramuka semakin siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, latihan ditutup dengan upacara penutupan di masing-masing ambalan yang kembali dipimpin oleh pradana masing-masing. Suasana penutupan berlangsung tertib sekaligus menjadi penegas bahwa latihan hari itu telah memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.

Melalui latihan ini, Pramuka Penegak SMK Amaliah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang sigap, tangguh, dan siap menjadi garda terdepan dalam situasi darurat maupun kehidupan bermasyarakat.

Pewarta : Uchan
Kontributor : Kemal Irfany