Ciawi, 29 Maret 2026 — Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Ciawi menyambut hangat kedatangan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan Periode 2026 dalam kegiatan HMA Sharing to Caring (HSC) 2026 yang digelar di Kampung Pramuka, Desa Banjarwangi, pada Minggu (29/03/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema “Pemberdayaan Inovasi Bambu dan Pengelolaan Usaha untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Banjarwangi.” Kampung Pramuka dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dikenal memiliki potensi besar dalam pemanfaatan bambu sebagai produk unggulan bernilai ekonomis.

Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi Akuntansi Manajemen Usaha yang membahas pengenalan konsep akuntansi usaha mikro, pengelolaan arus kas, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), hingga strategi penentuan harga jual berdasarkan biaya dan target keuntungan.

Dilanjutkan pada sesi kedua, peserta dibekali pemahaman tentang Digital Marketing yang menjadi kunci dalam pengembangan usaha di era modern. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemasaran digital dalam meningkatkan daya saing usaha, pengenalan berbagai platform marketplace dan media sosial, strategi penentuan harga secara online, pembangunan branding produk, hingga teknik pembuatan konten pemasaran yang menarik dan efektif.

Tak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan sesi Sharing Inspiratif yang memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman usaha yang mereka jalankan, sekaligus melakukan pengisian kuesioner sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program ke depan.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga ditutup dengan pemberian donasi kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar Kampung Pramuka, sebagai wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar.

Ketua Kwarran Ciawi, Kak Pras, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik HMA FEB Universitas Pakuan. Kegiatan ini sangat relevan dengan potensi Kampung Pramuka yang berbasis bambu. Dengan tambahan ilmu digital marketing, masyarakat diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMA FEB Universitas Pakuan, Arza Wirayudha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal. Digitalisasi usaha menjadi langkah penting agar produk desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Bianca Syahla Midia, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami berharap ilmu yang diberikan, baik dari sisi manajemen usaha maupun digital marketing, dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi awal dari perubahan positif menuju kemandirian ekonomi desa,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Banjarwangi, khususnya di Kampung Pramuka, mampu mengembangkan usaha berbasis bambu secara inovatif dan berdaya saing, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar demi meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

(Pewarta : MRU)