Citeureup, 27 Agustus 2026 — Sebanyak 96 anggota Pramuka Penggalang SD Negeri Tajur 06 mengikuti kegiatan “Mengenal Sandi dan Isyarat Semaphore Pramuka” yang dilaksanakan di Halaman Masjid Budi Guna, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Kamis (27/8/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh peserta didik kelas 4, 5, dan 6. Melalui materi semaphore, para peserta diperkenalkan pada salah satu keterampilan komunikasi dalam kepramukaan yang menggunakan kombinasi posisi kedua tangan untuk menyampaikan pesan.

 

Sejak kegiatan dimulai, antusiasme peserta terlihat begitu kuat. Meskipun cuaca cukup terik, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Senyum dan keceriaan tampak menghiasi wajah para siswa saat mereka mempelajari berbagai isyarat semaphore.

 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal sandi dan isyarat, tetapi juga melatih konsentrasi, ketelitian, daya ingat, koordinasi gerak, serta kemampuan bekerja sama. Peserta dituntut untuk memperhatikan setiap posisi tangan dan menerjemahkannya menjadi pesan yang tepat.

 

Kak Agung Gunawan, S.Sy., M.M. selaku Pembina sekaligus pemateri mengapresiasi keaktifan para peserta selama kegiatan berlangsung.

 

“Keshadiran dan keaktifan para siswa hari ini membuktikan bahwa energi positif serta rasa ingin tahu mereka sangat tinggi terhadap kegiatan-kegiatan positif di sekolah.”

 

Menurutnya, pembelajaran semaphore dapat menjadi pengalaman yang menarik bagi peserta didik karena mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga belajar melalui gerakan dan praktik secara langsung.

 

3c9e0b7e-8b13-4885-9c6f-3b676ce952ef.jpeg

 

Bagi peserta didik, materi sandi dan isyarat semaphore juga dinilai memiliki manfaat dalam kegiatan kepramukaan, terutama sebagai keterampilan komunikasi ketika berada di lingkungan yang memiliki keterbatasan sarana komunikasi.

 

Materi sandi dan isyarat semaphore sangat penting dan bermanfaat. Kami belajar bagaimana menggunakan gerakan tangan dengan bendera untuk mengirim dan menerima pesan ketika komunikasi dengan perangkat elektronik tidak memungkinkan.”

 

Sementara itu, pihak pelaksana menilai bahwa semaphore merupakan salah satu keterampilan yang relevan untuk tetap dikenalkan kepada anggota Pramuka Penggalang. Dalam kegiatan di alam terbuka, kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan isyarat dapat menjadi alternatif ketika sarana komunikasi modern tidak dapat digunakan.

 

Sandi semaphore penting dipelajari dalam kegiatan Pramuka karena dapat menjadi salah satu alternatif komunikasi jarak jauh ketika berada di tempat yang memiliki keterbatasan sinyal. Anggota Pramuka perlu memiliki keterampilan yang tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan cara-cara sederhana yang sudah menjadi bagian dari tradisi kepramukaan.”

 

Lebih dari sekadar menghafal posisi tangan, pembelajaran semaphore mengajarkan peserta bahwa komunikasi membutuhkan ketelitian, fokus, kesabaran, dan kerja sama. Kesalahan kecil dalam sebuah isyarat dapat mengubah pesan yang disampaikan, sehingga setiap peserta harus benar-benar memperhatikan dan memahami instruksi.

 

Kegiatan “Mengenal Sandi dan Isyarat Semaphore Pramuka” pun menjadi salah satu bentuk pembinaan keterampilan yang memperkaya pengalaman anggota Pramuka Penggalang SD Negeri Tajur 06. Di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat, keterampilan kepramukaan seperti semaphore tetap memiliki nilai edukatif dan historis yang penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.

 

Tidak terdapat kejadian khusus selama kegiatan berlangsung. Meskipun cuaca cukup terik, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

 

Dari gerakan tangan dan kibaran bendera, para peserta belajar sebuah pesan penting: komunikasi tidak selalu membutuhkan teknologi. Yang dibutuhkan adalah ketelitian, kemampuan memahami, dan kemauan untuk saling terhubung.

 

sahlakmla