Ciawi, 9 April 2026 — Semangat kepramukaan kembali berkobar dalam kegiatan latihan rutin Pramuka Penegak Gudep 24.001–24.002 SMK Kusuma Bangsa Yastia yang digelar pada Kamis (09/04/2026) di lingkungan sekolah. Latihan yang mengusung materi simpul dan ikatan ini berlangsung dengan penuh antusias, sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan serta keterampilan siswa dalam teknik kepramukaan.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota Penegak ini diawali dengan berkumpul di aula sekolah, dilanjutkan dengan upacara pembukaan sebagai bentuk kesiapan dan kedisiplinan peserta. Setelah itu, peserta menerima materi inti mengenai teknik simpul dan ikatan, diselingi dengan sesi ice breaking yang menambah semangat dan keakraban antaranggota. Latihan kemudian ditutup dengan evaluasi serta penutupan resmi.
Materi yang diberikan berfokus pada penguasaan teknik pionering, yakni keterampilan membangun struktur darurat untuk kegiatan alam terbuka. Para peserta mempelajari berbagai simpul dasar seperti simpul mati, pangkal, jangkar, tambat, tiang, hingga simpul kembar dan anyam. Selain itu, mereka juga mempraktikkan berbagai jenis ikatan seperti ikatan palang, silang, canggah, dan kaki tiga.
Penerapan materi dilakukan melalui simulasi pembuatan tandu darurat, tiang bendera, hingga menara pandang sederhana. Kegiatan ini menuntut ketelitian, ketangkasan, serta kreativitas peserta dalam menyusun struktur yang kokoh dan fungsional.
Pembina Gudep Putra, Kak Firman, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bekal penting bagi anggota Penegak. “Keterampilan simpul dan ikatan adalah dasar dari pionering. Kami berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Gudep Putri, Kak Kulsum, menambahkan harapannya agar kegiatan ini mampu membentuk karakter peserta. “Kami ingin anggota Penegak menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan kreatif. Keterampilan ini juga melatih kerja sama dan tanggung jawab,” tuturnya.
Pembantu Pembina, Kak Hakim, juga memberikan komentar dan harapannya terhadap kegiatan tersebut. “Latihan ini sangat penting untuk membangun kesiapan mental dan keterampilan teknis anggota Penegak. Saya berharap mereka semakin percaya diri, sigap, dan mampu bekerja sama dalam setiap tantangan, baik di dalam maupun di luar kegiatan Pramuka,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Kevin Thoriq, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Latihannya seru dan menantang. Saya jadi lebih paham cara membuat tandu dan ikatan yang benar. Semoga ke depan bisa praktik langsung di alam terbuka,” ujarnya dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, Pramuka Penegak SMK Kusuma Bangsa Yastia tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat karakter dan jiwa kepemimpinan sebagai generasi muda yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pewarta : MRU
Kontributor : Kulsum