CITEUREUP – Membekali generasi muda dengan pengetahuan kebencanaan menjadi langkah penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026 melalui penyampaian materi mitigasi bencana bersama Rekan Indonesia pada Jumat (16/10/2026).

Bertempat di Lapangan Utama Kegiatan, materi yang berlangsung selama satu jam ini diikuti oleh seluruh peserta Jambore Ranting Citeureup. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman anggota Pramuka mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana, kemampuan mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri dan membantu sesama ketika terjadi keadaan darurat.

Melalui materi ini, para peserta diajak memahami bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pengetahuan, melainkan keterampilan dan sikap yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kepramukaan, seperti kedisiplinan, kepedulian, kerja sama, keberanian, dan gotong royong, menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang sigap serta bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Salah satu pemateri dari Rekan Indonesia, Kak Adek Irfan, menyampaikan apresiasi kepada panitia Jambore Ranting Citeureup atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi pengetahuan mengenai mitigasi bencana kepada para anggota Pramuka.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta dalam mengikuti materi ini. Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik Pramuka tidak hanya memahami pentingnya mitigasi bencana secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kak Adek Irfan.

Ia menambahkan, anggota Pramuka memiliki peran penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Peran tersebut dapat dimulai dari kemampuan mengenali potensi bahaya, memahami langkah-langkah evakuasi, hingga menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong saat menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk tumbuh sebagai generasi yang tangguh, sigap, peduli, serta mampu membantu sesama sesuai dengan kemampuan dan prosedur keselamatan yang benar.

Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan Aira Izatunnisa, salah satu peserta dari MTs Al-Hidayah Tajur. Ia mengungkapkan bahwa materi mitigasi bencana memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi dirinya dan anggota Pramuka lainnya.

“Melalui materi ini, kami mendapatkan pengetahuan dan pemahaman baru mengenai pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, cara mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan diri dan membantu orang lain ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap Aira.

Ia menilai materi tersebut sangat bermanfaat karena tidak hanya menambah wawasan kebencanaan, tetapi juga mengajarkan pentingnya kedisiplinan, kepedulian, kerja sama, dan keberanian dalam menghadapi situasi darurat dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Secara umum, kegiatan berlangsung dalam kondisi kondusif. Meski terdapat beberapa peserta yang mengalami sakit, kegiatan tetap menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran yang mendorong peningkatan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran akan pentingnya keselamatan.

Melalui kegiatan ini, Jambore Ranting Citeureup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan mengembangkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang tangguh, tanggap bencana, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Dengan semangat Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan, anggota Pramuka diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan serta menjadi bagian dari masyarakat yang lebih sadar, siap, dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana.

 

sahlakmla