Citeureup, 16 Oktober 2026 — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Sholat Jumat Berjamaah oleh Pramuka Penggalang putra tingkat SD/MI dan SMP/MTs dalam rangkaian kegiatan Jambore Ranting Kwarran Citeureup, Jumat (16/10/2026). Bertempat di lapangan utama, kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan tertib, kondusif, dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan Sholat Jumat Berjamaah ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter bagi anggota Pramuka, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, serta kebersamaan. Ratusan peserta dari berbagai pangkalan berkumpul untuk melaksanakan ibadah bersama, sekaligus mempererat tali persaudaraan antarsesama Pramuka dari sekolah yang berbeda.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan sikap disiplin dan antusiasme yang tinggi. Penggalang putra mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib, mulai dari persiapan hingga merapikan barisan shaf. Tidak ditemukan kejadian yang mengganggu jalannya kegiatan, sehingga ibadah dapat terlaksana dengan lancar.
Kak Mashuri selaku pembina mengungkapkan rasa bangganya terhadap kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para peserta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kepramukaan dapat tercermin melalui kesadaran dalam menjalankan ibadah dan menaati aturan.
“Alhamdulillah, kegiatan Sholat Jumat Berjamaah ini berjalan dengan sangat khidmat, tertib, dan kondusif. Kami sangat bangga melihat kedisiplinan adik-adik Penggalang putra. Tanpa perlu diperintah berulang kali, mereka langsung bergerak mengambil wudhu dan merapikan barisan shaf dengan kesadaran sendiri,” ungkap Kak Mashuri.
Pengalaman berkesan juga dirasakan oleh salah satu peserta, Tengku dari MI Al-Hidayah Tajur. Ia mengaku senang dapat melaksanakan Sholat Jumat bersama ratusan anggota Pramuka dari berbagai sekolah. Baginya, pengalaman tersebut memberikan suasana yang berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan ibadah sehari-hari di lingkungan tempat tinggalnya.
“Rasanya beda, Kak, sholat Jumat bareng ratusan teman Pramuka dari sekolah lain. Biasanya di masjid kampung cuma sama orang-orang yang itu-itu aja, sekarang jadi ramai dan kompak. Walaupun panas dan shafnya padat, tetap khusyuk dan senang. Jadi lebih semangat ngejalanin jambore,” tutur Tengku dengan antusias.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa Jambore Ranting tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dalam membangun karakter, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan rasa persaudaraan. Melalui ibadah bersama, para peserta belajar menghargai sesama, menjaga ketertiban, dan menumbuhkan kesadaran untuk menjalankan kewajiban sebagai umat beragama.
Dengan terlaksananya Sholat Jumat Berjamaah secara tertib dan khusyuk, diharapkan nilai-nilai religius dan kedisiplinan yang diperoleh selama kegiatan Jambore Ranting Kwarran Citeureup dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat.
sahlakmla