TAJURHALANG – Kemandirian dan kesiapsiagaan mental menjadi fokus utama dalam latihan Pramuka yang digelar di lingkungan Al Wafi Islamic Boarding School pada Rabu, 15 April 2025. Melibatkan kolaborasi antara Dewan Penggalang dan Dewan Penegak, kegiatan kali ini memfokuskan pada keterampilan survival dasar, yakni pembuatan tenda darurat atau bivak.
Latihan yang dimulai sejak siang hari ini bertujuan untuk membekali para santri dengan kemampuan beradaptasi di situasi darurat saat berada di alam terbuka. Dengan memanfaatkan peralatan minimalis seperti ponco, tali pramuka, dan pasak alami dari ranting pohon, para anggota Dewan Penggalang dan Penegak mempraktikkan berbagai teknik konstruksi bivak yang kokoh dan fungsional.
Dalam jalannya kegiatan, para anggota Dewan Penegak berperan aktif dalam memberikan instruksi teknis mengenai pemilihan lokasi yang aman, arah angin, serta kemiringan atap bivak agar mampu memberikan perlindungan maksimal dari hujan maupun cuaca dingin. Sementara itu, para anggota Dewan Penggalang fokus pada ketepatan simpul dan ikatan agar struktur bangunan darurat tersebut tidak mudah roboh.
Sinergi antar jenjang kepramukaan ini memperlihatkan sistem pembinaan yang terstruktur di Al Wafi Islamic Boarding School. Praktik pembuatan bivak ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik, tetapi juga melatih kerja sama tim dalam memecahkan masalah dengan sumber daya yang terbatas.
Melalui materi survival ini, diharapkan para santri memiliki kesiapan mental yang kuat dan keterampilan praktis yang dapat diandalkan, sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan yang menekankan pada ketangguhan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan berakhir menjelang sore hari dengan pengecekan kelayakan setiap bivak yang telah berhasil didirikan.
Latihan yang dimulai sejak siang hari ini bertujuan untuk membekali para santri dengan kemampuan beradaptasi di situasi darurat saat berada di alam terbuka. Dengan memanfaatkan peralatan minimalis seperti ponco, tali pramuka, dan pasak alami dari ranting pohon, para anggota Dewan Penggalang dan Penegak mempraktikkan berbagai teknik konstruksi bivak yang kokoh dan fungsional.
Dalam jalannya kegiatan, para anggota Dewan Penegak berperan aktif dalam memberikan instruksi teknis mengenai pemilihan lokasi yang aman, arah angin, serta kemiringan atap bivak agar mampu memberikan perlindungan maksimal dari hujan maupun cuaca dingin. Sementara itu, para anggota Dewan Penggalang fokus pada ketepatan simpul dan ikatan agar struktur bangunan darurat tersebut tidak mudah roboh.
Sinergi antar jenjang kepramukaan ini memperlihatkan sistem pembinaan yang terstruktur di Al Wafi Islamic Boarding School. Praktik pembuatan bivak ini tidak hanya menguji ketangkasan fisik, tetapi juga melatih kerja sama tim dalam memecahkan masalah dengan sumber daya yang terbatas.
Melalui materi survival ini, diharapkan para santri memiliki kesiapan mental yang kuat dan keterampilan praktis yang dapat diandalkan, sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan yang menekankan pada ketangguhan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan berakhir menjelang sore hari dengan pengecekan kelayakan setiap bivak yang telah berhasil didirikan.