CISARUA, BOGOR – Semangat kepanduan dan aroma masakan tradisional berpadu di pangkalan SDN Cilember 01. Ratusan Pramuka Penggalang di bawah naungan Kwartir Ranting (Kwarran) Cisarua ini tampil memukau saat unjuk gigi dalam salah satu mata lomba paling bergengsi, yakni "Masak Rimba", yang menjadi bagian dari rangkaian Lomba Tingkat Satu (LT 1).

Lomba Masak Rimba kali ini menjadi magnet utama yang menyedot perhatian. Berbeda dengan memasak di dapur rumah, simulasi bertahan hidup (survival) ini menuntut para peserta untuk mengolah bahan makanan di alam terbuka dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Tanpa bantuan kompor gas maupun peralatan memasak modern, para anggota pramuka yang terbagi dalam beberapa regu putra dan putri ini harus memutar otak. Mereka diwajibkan memanfaatkan kayu bakar, ranting kering, batok kelapa, dan tungku batu seadanya untuk meracik hidangan yang layak saji.

Sejak peluit tanda perlombaan dimulai ditiup, suasana langsung riuh dengan kerja sama tim yang solid. Ada anggota regu yang sigap mencari kayu bakar, ada yang fokus menyalakan api di tengah embusan angin khas Cisarua, sementara yang lain sibuk meracik bumbu dan memotong bahan makanan.

Kepala SDN Cilember 01 selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus), menyatakan bahwa kegiatan Masak Rimba ini bukan sekadar ajang kompetisi kuliner biasa, melainkan media krusial untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh di wilayah Kwarran Cisarua.

"Melalui Masak Rimba dalam LT 1 ini, kita menanamkan esensi sejati kepramukaan: kemandirian, tanggung jawab, manajemen waktu, dan problem solving saat menghadapi keterbatasan. Anak-anak di Cisarua yang akrab dengan alam harus memiliki keterampilan bertahan hidup (life skill) seperti ini," ujarnya penuh bangga saat memantau jalannya perlombaan.

Tim juri menetapkan kriteria penilaian yang cukup ketat, meliputi kekompakan dan pembagian tugas regu, kebersihan (higienitas) proses memasak, kreativitas penyajian (garnish), hingga cita rasa hidangan akhir. Menariknya, meski menggunakan metode tradisional, menu-menu yang disajikan para Penggalang ini tidak kalah saing dengan masakan rumahan dan berhasil menuai pujian dari dewan juri.

Salah seorang perwakilan peserta mengaku bangga bisa menyelesaikan tantangan ini. "Tantangan terbesarnya adalah menyalakan api dari kayu yang agak lembap. Tapi berkat kerja sama tim, kami bisa menyajikan makanan tepat waktu. Seru sekali, ini pengalaman berharga buat kami," tuturnya dengan wajah yang sedikit terkena jelaga arang, yang justru menjadi simbol perjuangan regunya.

Melalui penyelenggaraan LT 1 ini, SDN Cilember 01 berharap dapat menyaring regu-regu terbaik dan berprestasi tinggi (Regu Berprestasi Tinggi). Regu yang terpilih nantinya akan memegang mandat penting untuk mewakili pangkalan sekolah melaju ke ajang Lomba Tingkat Dua (LT 2) di tingkat Kwartir Ranting Cisarua.

( INFOKOM KWARTIR RANTING CISARUA )