CISARUA – Suasana penuh semangat dan keakraban mewarnai gelaran Lomba Mapping Tanda Jejak tingkat Penggalang yang berlangsung di Sunan Giri Camp. Ajang ini menjadi medan pembuktian bagi para anggota Pramuka dalam menguji ketangkasan navigasi darat, membaca tanda alam, serta memetakan rute perjalanan secara akurat.

​Lomba yang diikuti oleh beberapa regu ini menuntut para peserta untuk menyusuri rute tantangan sambil menerjemahkan berbagai sandi, tanda jejak, dan kondisi medan ke dalam sebuah peta pita (mapping) yang presisi.
​Fokus dan Penilaian Lomba
​Navigasi & Orientasi Medan: Peserta diuji kemampuannya dalam mengenali tanda jejak buatan maupun tanda alam sepanjang rute.
​Akurasi Pemetaan (Mapping): Ketepatan pengukuran jarak, arah kompas (azimut), skala, serta kerapian simbol-simbol peta pita menjadi poin kunci utama.
​Kerja Sama Tim & Kecepatan: Selain ketelitian, kekompakan regu dan efisiensi waktu penyelesaian rute turut menentukan keberhasilan peserta.
​Penilaian lomba dilakukan secara objektif oleh tim juri berpengalaman, yang dipimpin langsung oleh Arif Jaenudin, S.Pd. Menurutnya, kemampuan membaca dan memetakan tanda jejak merupakan salah satu keterampilan dasar Pramuka yang sangat vital untuk melatih ketelitian serta kepemimpinan di alam terbuka.

​"Lomba mapping tanda jejak ini bukan sekadar adu cepat sampai di garis finish. Yang utama adalah sejauh mana peserta mampu menjaga fokus, menganalisis tanda-tanda di lapangan, dan menginstruksikannya ke dalam peta yang akurat. Ketelitian dan kerja sama tim menjadi kunci penilaian kami," jelas Arif Jaenudin, S.Pd. selaku Juri Lomba.

​Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini ditutup dengan evaluasi hasil pemetaan serta pengumuman regu tergiat. Melalui kompetisi ini, diharapkan para anggota Pramuka semakin mahir dalam ilmu ketangkasan kepramukaan (scouting skill) sekaligus membangun jiwa tangguh dan mandiri.
 
_INFOKOM KWARRAN CISARUA_