CISARUA — Keterampilan navigasi dan pemetaan para anggota Pramuka Penggalang SDN Batulayang kembali diuji. Pada rangkaian Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjumsa) dan Lomba Tingkat I (LT-I), cabang lomba Menaksir Lebar menjadi salah satu materi teknik kepramukaan (Tekpram) yang menyita perhatian dan menuntut perhitungan matang dari para peserta.

Dalam perlombaan ini, setiap regu ditantang untuk mengukur lebar sebuah rintangan—seperti lebar sungai, jalan, atau area terbuka—tanpa harus melintasinya secara langsung, melainkan menggunakan metode dan rumus estimasi praktis Pramuka.

Menggabungkan Teori, Matematika Lapangan, dan Logika

Lomba Menaksir Lebar melatih para penggalang untuk menerapkan konsep matematika geometri secara langsung di alam terbuka. Peserta memanfaatkan alat-alat sederhana seperti tongkat pramuka, bidikan pandangan, serta titik acuan di lapangan.

"Menaksir lebar adalah ilmu lapangan yang sangat berguna dalam situasi darurat. Di sini para anggota Pramuka belajar mengamati keadaan, berpikir logis, dan menghitung secara akurat dengan sarana seadanya," jelas Pembina Pramuka SDN Batulayang.

Di bawah bimbingan dan pengawasan panitia, para peserta tampak cermat menentukan titik pembidikan, mengukur sudut segitiga siku-siku di tepi lapangan, hingga menentukan skala perbandingan untuk mendapatkan estimasi angka yang paling mendekati riil.