CISARUA – Keterampilan tali-temali atau pioneering menjadi salah satu mata lomba paling krusial dalam perhelatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjumsa) dan Lomba Tingkat (LT) 1 SDN Jogjogan 02. Ratusan pramuka penggalang ditantang untuk membuktikan ketangkasan tangan dan logika mereka dalam menyatukan tongkat dan tali menjadi struktur yang kokoh dan fungsional, Sabtu (27/6).

Dalam ajang ini, setiap regu diberikan instruksi untuk menyelesaikan proyek pioneering dasar berupa pembuatan tandu darurat (dragbar) dan tiang bendera kaki tiga (tripod). Tidak sekadar cepat, para peserta diwajibkan memahami standar teknik ikatan yang benar, seperti ikatan palang, ikatan silang, hingga simpul pangkal sebagai pengunci utama.

Di bawah pengawasan ketat tim juri, para peserta tampak berpacu dengan waktu. Ketegangan terlihat saat regu harus memastikan setiap lilitan tali pada tongkat benar-benar kuat agar struktur tidak goyang saat diuji ketahanannya.

"Pioneering bukan hanya tentang membuat bangunan, tapi tentang bagaimana setiap anggota regu berkomunikasi. Siapa yang memegang tongkat, siapa yang menarik tali dengan kencang, dan siapa yang memastikan simpulnya sempurna. Jika satu ikatan saja longgar, seluruh bangunan bisa runtuh," jelas salah satu Pembina Pramuka di lokasi kegiatan.

Selain aspek kekuatan, juri juga memberikan penilaian ketat terhadap kerapian. Sisa tali yang menjuntai atau ikatan yang tidak beraturan menjadi catatan evaluasi bagi peserta. Hal ini melatih kedisiplinan serta ketelitian anak-anak dalam menyelesaikan sebuah tanggung jawab.
 

Materi ini dipandang sebagai salah satu poin krusial dalam LT 1 karena keterampilannya yang aplikatif. Kemampuan membuat tandu darurat, misalnya, menjadi bekal vital jika terjadi kondisi darurat saat kegiatan di alam terbuka. Begitu pula dengan tiang kaki tiga yang menjadi identitas kebanggaan setiap regu di area perkemahan.

Keberhasilan para penggalang SDN Jogjogan 02 dalam menuntaskan tantangan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui Pramuka telah berjalan dengan baik. Diharapkan, keterampilan teknis yang mereka asah hari ini dapat menjadi modal kemandirian yang kelak akan mereka terapkan di luar kegiatan sekolah.