PARUNGPANJANG – Puluhan anggota Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Parungpanjang melakukan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat dengan membantu mengatur arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan. Kegiatan Karya Bakti Lebaran ini bertujuan memastikan kelancaran dan kenyamanan warga yang melintas di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dengan Provinsi Banten.
Kegiatan dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak berwenang, terutama petugas Polisi Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bogor melalui Polsek Parungpanjang. Selain mengatur aliran kendaraan, para anggota Pramuka juga aktif membantu pejalan kaki, khususnya lansia dan anak-anak, dalam menyeberang jalan dengan aman di tengah tingginya volume kendaraan tambang serta kendaraan pribadi yang melintas.
Selain tugas pengaturan lalu lintas, relawan muda ini juga memberikan himbauan edukatif kepada para pengguna jalan. Mereka mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm standar SNI dan masker pelindung, mengingat aktivitas truk tambang di wilayah Parungpanjang cenderung meningkatkan tingkat debu yang dapat memengaruhi kesehatan serta visibilitas berkendara.
Ketua Kwarran Parungpanjang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada kelancaran mudik, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan empati anggota Pramuka terhadap kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat sekitar.
Kegiatan dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak berwenang, terutama petugas Polisi Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Bogor melalui Polsek Parungpanjang. Selain mengatur aliran kendaraan, para anggota Pramuka juga aktif membantu pejalan kaki, khususnya lansia dan anak-anak, dalam menyeberang jalan dengan aman di tengah tingginya volume kendaraan tambang serta kendaraan pribadi yang melintas.
Selain tugas pengaturan lalu lintas, relawan muda ini juga memberikan himbauan edukatif kepada para pengguna jalan. Mereka mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan seperti helm standar SNI dan masker pelindung, mengingat aktivitas truk tambang di wilayah Parungpanjang cenderung meningkatkan tingkat debu yang dapat memengaruhi kesehatan serta visibilitas berkendara.
Ketua Kwarran Parungpanjang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada kelancaran mudik, tetapi juga menjadi sarana untuk melatih jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan empati anggota Pramuka terhadap kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat sekitar.