CILEUNGSI – Kwartir Ranting (Kwarran) Cileungsi akan mulai menerapkan sistem absensi digital menggunakan Aplikasi AyoPramuka Kwarnas pada pelaksanaan Gebyar Pramuka Cileungsi Tahun 2026 yang akan berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 di Metropolitan Mall Cileungsi.

Penerapan sistem absensi digital ini merupakan bagian dari upaya Kwarran Cileungsi dalam mengoptimalkan pemanfaatan fitur yang tersedia pada Aplikasi AyoPramuka sekaligus mendukung digitalisasi administrasi kegiatan kepramukaan. Seluruh peserta dan pendamping diwajibkan mengisi absensi digital sebagai bukti keikutsertaan selama mengikuti rangkaian kegiatan Gebyar Pramuka.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi AyoPramuka yang telah diselenggarakan oleh Kwarran Cileungsi bekerja sama dengan PT RIN pada 1 Agustus 2026. Dalam bimtek tersebut, para pembina dan pengelola gugusdepan dibekali pemahaman mengenai berbagai fitur AyoPramuka, termasuk sistem presensi digital yang kini mulai diimplementasikan dalam kegiatan tingkat kwartir ranting.

Pada sistem absensi ini, setiap peserta diwajibkan menginput Nomor Tanda Anggota (NTA) Pramuka sebagai identitas keanggotaannya. Peserta yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka cukup memasukkan nomor NTA yang dimiliki untuk melakukan presensi.

Sementara itu, bagi peserta yang belum memiliki KTA Pramuka, Kwarran Cileungsi tetap memberikan kelonggaran agar mereka tetap dapat mengikuti proses absensi. Kebijakan ini diambil agar seluruh peserta tetap terdata tanpa menghambat keikutsertaan mereka dalam kegiatan.

Omang, S.Pi selaku Sekretaris Kwarran Cileungsi menjelaskan bahwa penerapan sistem ini merupakan langkah awal menuju digitalisasi administrasi kepramukaan di tingkat kwartir ranting.

"Kwarran Cileungsi akan menerapkan ini sebagai upaya tindak lanjut dari Bimtek AyoPramuka," ungkapnya.

Menurutnya, pelaksanaan absensi digital pada Gebyar Pramuka Tahun 2026 masih bersifat uji coba awal. Hasil evaluasi dari pelaksanaan ini akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum sistem serupa diterapkan pada seluruh kegiatan kepramukaan yang diselenggarakan oleh Kwarran Cileungsi.

Melalui inovasi ini, Kwarran Cileungsi berharap seluruh unsur yang terlibat dalam Gebyar Pramuka, baik peserta maupun pendamping, dapat terdokumentasi dengan baik di dalam sistem AyoPramuka. Pendataan yang akurat diharapkan dapat meningkatkan kualitas administrasi kegiatan sekaligus mendukung pengelolaan data keanggotaan Pramuka yang lebih modern, tertib, dan terintegrasi.

Penerapan absensi digital ini menjadi salah satu bentuk komitmen Kwarran Cileungsi dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi di lingkungan Gerakan Pramuka. Ke depan, sistem ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi panitia, pembina, maupun peserta dalam setiap penyelenggaraan kegiatan kepramukaan serta menjadi langkah nyata menuju tata kelola administrasi yang lebih efektif, efisien, dan profesional.