Ciseeng — Rangkaian Jambore Ranting Kwartir Ranting Ciseeng Tahun 2026 memasuki hari terakhir pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Setelah melewati berbagai kegiatan yang penuh tantangan, pembelajaran, kreativitas, dan kebersamaan, para peserta kembali mengikuti rangkaian agenda penutup dengan penuh semangat.

Kegiatan hari terakhir diawali pada pukul 05.00 WIB dengan giat pribadi berupa Salat Subuh. Setelah itu, peserta mengikuti giat olahraga pada pukul 06.00 WIB untuk menjaga kebugaran sekaligus membangun semangat sebelum menjalani agenda terakhir Jambore Ranting.

Pada pukul 07.00–08.00 WIB, peserta diberikan waktu untuk sarapan dan mempersiapkan diri. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti Apel Pagi pada pukul 08.00 WIB sebagai bentuk pengecekan dan kesiapan sebelum memasuki kegiatan utama hari terakhir.

Suasana bumi perkemahan kemudian berubah semakin meriah pada pukul 08.30–10.00 WIB melalui Giat Karnaval. Dengan mengenakan berbagai kostum yang telah dipersiapkan, para peserta menampilkan kreativitas, kekompakan, dan semangat mereka dalam sebuah kegiatan yang penuh warna dan keceriaan. Karnaval menjadi salah satu momen yang memberikan kesan tersendiri sebelum seluruh peserta mengakhiri perjalanan Jambore Ranting.

Setelah rangkaian karnaval selesai, pada pukul 10.00 WIB dilaksanakan Upacara Penutupan Jambore Ranting Ciseeng 2026. Upacara berlangsung sebagai momentum resmi berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.

Usai upacara penutupan, peserta melanjutkan kegiatan dengan cabut tapak kemah pada pukul 11.00 WIB. Mereka mulai membongkar tenda, membersihkan area perkemahan, serta memastikan lingkungan ditinggalkan dalam kondisi tertib dan bersih.

Tepat pada pukul 12.00 WIB, seluruh rangkaian Jambore Ranting Ciseeng Tahun 2026 resmi dinyatakan selesai.

Jambore Ranting boleh berakhir, tenda boleh dibongkar, dan para Penggalang kembali ke gugus depan masing-masing. Namun, pengalaman, persahabatan, keterampilan, dan semangat kepramukaan yang telah dibangun selama perkemahan akan menjadi cerita yang terus dikenang.

Dari bumi perkemahan Ciseeng, para Penggalang pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman—mereka membawa cerita, persaudaraan, dan semangat untuk terus berkarya. ⚜️🏕️🔥